Sabtu, 05 November 2016

MAAF, PA

Sudah satu bulan saya tidak menulis apa-apa. Banyak hal yang sebenarnya ingin saya tuliskan, namun karena beberapa hal, saya tidak jadi-jadi menulis. Tulisan kali ini saya tujukan kepada Bapak. Sebuah tulisan permintaaan maaf yang seharusnya bukan saya tuliskan, tapi saya sampaikan.
Akhir-akhir ini hidup saya sangat berantakan. Saya tidak pernah tidur dengan terartur, cucian yang menumpuk, kamar yang berantakan, tugas terbengkalai, deadline dimana-dimana, janji-janji yang menguap, sungguh hidup saya jauh dari keteraturan. Pa, saya selalu pulang malam. Saya mengahbiskan setidaknya 12 jam waktu saya, setiap harinya di luar. Saya tidak pernah magrib di rumah. Saya jarang membaca buku pedoman hidup dan parahnya saya tidak terlampau memperdulikan kemesraan dengan Tuhan. Pa, saya kacau. Hari-hari saya terasa begitu-begitu saja. Saya banyak resah dibanding bahagia. Saya tahu penyebabnya karna saya menjauh dari Tuhan. Tapi Pa, mengapa saya harus menjauh dari Tuhan ? Saya tidak tahu alasan pastinya yang jelas saya merasa sangat jauh. Meski, kewajiban saya tetap saya lakukan, tapi banyak hal-hal yang biasanya saya lakukan, malah tidak saya laukakn sama sekali. Untuk hal yang pertama saya sungguh minta maaf, Pa. Saya menjadi perempuan yang jauh dari Tuhan.
Kemaren Oktober. Dan Pa, tahukah engkau bahwa satu hal yang saya kutuki samapai sekarang ? Bahwa saya melewati Oktober tahun ini tanpa cinta sama sekali kepada sajak-sajak. Oktober ini tidak ada puisi, tidak ada pembacaannya. Oktober tahun ini berjalan tanpa peringatan sama sekali. Terkutuklah saya !! Sungguh saya merasa tidak bisa mempertahankan kecintaan saya kepada apa-apa. Oktober tahun ini menguap dan tiba-tiba sudah November. Saya kesal, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya ingin menangis. Bulan Bahasa yang katanya saya cintai itu, malah tidak saya hiraukan sama sekali. Sibuk kah saya ? Terlampau banyak kah kegiatan saya ? Ada apa dengan saya ? Saya tidak bisa menjelaskan apa-apa. Pa, saya kacau. Saya kacau bahkan rasa-rasanya ampun. Saya tidak mengerti dengan diri saya sendiri dan arah hidup saya selama beberapa waktu terakhir.
Pa, tahun ini berjalan tanpa ada peringatan apa-apa. Saya tidak menjadi siapa-siapa dan saya tidak mengikuti apa-apa. Saya merasa mandul. Tidak bisa menjadi sesuatu yang baru dan saya tidak melahirkan karya-karya. Umur saya semakin tua, tapi saya serasa makin tidak bertanggung jawab atas hidup saya. Saya membiarkan segala yang tidak seharusnya terjadi. Kadang saya tidur, kadang saya bermain-main, kadang saya tidak melakuakn tugas saya. Saya sibuk dengan hal-hal yang tidak jelas. Sungguh rasa-rasanya hidup saya berantakan sekali. Pa, sungguh saya ingin hidup saya teratur dan saya menjadi perempuan yang tdak kacau. Menuliskan beberapa kalimat saja sekarang sudah sulit sekali. Saya tumpul, Pa. Tidak setajam dulu ketika saya tiddak sekacau sekarang. Maafkan saya yang sekarang berantakan.

November, semoga ada hal yang bisa saya berikan. Saya minta maaf, sebab saya kacau dan berantakan. Saya belum bisa memberikan hal-hal baru yang menyenangkan. Saya masih belm bisa dewasa dan belum bisa bertanggung jawab terhadap diri saya sendiri. Saya minta maaf, saya sudah lancang jatuh cinta kepada lelaki sebelum waktu nya. Untuk hal yang terakhir saya sungguh minta maaf, Pa. Saya berjanji menata ulang hidup saya dan merubah segalanya. Pa, tulisan ini buruk dan singkat. Saya tidak puas. Serupa itulah saya sekarang.Pa, bolehkah saya pulang sebentar dan mengatakan keresahan saya lengkap-lengkap ? Saya kira, saya sedang rindu berlebihan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Left a comment if you want ^^