Senin, 13 Juli 2015

Inspiration, Motivation, and Spirit



Dan akhir akhir ini gue lagi rajin nulis tengah malam atau dini hari. Itu karena,  gue ketiduran diawal malam dan kebangun ditengah malam, lalu gue tidur lagi sampai akhir malam (apaan sih -_-). Kali ini gue mau nyeritain tentang inspirasi, motivasi dan semangat gue dalam menjalani kehidupan (diksinya berat vroh). Ada beberapa hal yang jadi inspirasi, motivasi dan semangat dalam hidup gue :

1.ANIME
Agak gimana gitu ya, saat anime jadi inspirasi dan motivasi dalam hidup lo. But I’m serious. Anime adalah salah satu part yang sangat penting sebagai mood booster dan spirit booster bagi gue. Alasan nya adalah banyak hal hal yang mengandung pesan moral yang sangat bagus, yang sangat mendididk dan yang bisa gue ambil sebagai pelajaran dalam hidup gue. Nah, beberapa anime yang udah gue tonton adalah Hunter X Hunter, One Piece, Naruto, Nisekoi, Another, No Game No Life, Tokyo Ghoul, Assassination Classroom, Kiseiju Sei No Kakuritsu (kalo gak salah tulisanya gini), dan gue gak ingat lagi apa aja yang udah gue tonton. Huahaha. Masing masing anime punya cerita dan alur yang berbeda tapi sama-sama punya pesan moral yang kuat di setiap ceritanya.
Contohnya, anime ONE PIECE. Anime yang kerennya kebangetan. Pesan moral yang disampaikan Oda sensei luar biasa. Disini Oda sensei menggambarkan, AYO DAN JANGAN TAKUT BERMIMPI, RAIHLAH MIMPI ITU DENGAN USAHA MU YANG PALING MAKSIMAL + TEMAN ADALAH HARTA YANG PALING BERHARGA.  Anime ini luar biasa, menceritakan kisah Luffy dan kawan kawan dalam mencari One Piece harta karun yang legendaris. Hal yang bisa gue ambil adalah “Beranilah bermimpi besar, dan lakukan apapun yang kamu mampu untuk mewujudkannya. Meskipun itu berarti kamu harus bersakit, terluka, berada dibawah tekanan, bahkan mati sekalipun. Lakukan apapun sehingga kamu semakin dekat, lebih dekat, dan sangat dekat dengan mimipi kamu sehingga kamu mampu meraihnya.” Anime ini mengajarkan gue apa itu arti dari MIMPI dan CITA-CITA, apa itu kerja keras, apa itu berusaha, apa itu yang namanya berjuang.
Mereka (Luffy dan kawan-kawan) selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, seallu berlatih agar mereka mampu mencapai mimpi-mimpi mereka. Luffy yang bercita-cita untuk menjadi raja bajak laut, Zoro yang bermimpi ingin menjadi pendekar pedang terkuat di dunia, Sanji yang ingin menemukan All Blue, Nami yang ingin menggambar peta dunia, Robin yang ingin mempelajari peneglyp dan menemukan Rio Peneglyp , Usop yang ingin jadi ksatria lautan terhebat dan pemberani, Chopper yang ingin menjadi dokter terhebat, Franky yang ingin menciptakan kapal terhebat dan tangguh sehingga bisa ke ujung dunia, serta Brook yang ingin bertemu dengan Laboon sahabat lama saat ia masih menjadi anggota bajak laut Rumbar. Orang-orang yang
luar biasa semangat nya. Mereka berlatih maksimal selama 2 tahun agar bisa lebih baik lagi sehingga mereka mampu mewujudkan mimpi mereka. I proud of them. Dan juga, merekagak pernah namanya nyia-nyiain teman mereka. Kesetiakawanan mereka ber-9 luar biasa. Luffy yang mati-matian untuk temannya, saat nyelamatin Nami dari Arlong, ngebuat Robin bisa punya mimpi lagi dan pengen hidup, pertempuran besar-besaran di Enies Loby, Sampai salah paham juga sama Usopp gara-gara going Merry tapi mereka jadi gak terpisahkan. LUFFY, ZORO, USOP, NAMI, SANJI, ROBIN, CHOPPER, FRANKY dan BROOK, mereka A.W.E.S.O.M.E dan punya cara pandang yang luar biasa.
Gitu juga sama anime Hunter X Hunter, anime yang menceritakan Gon yang punya mimpi biar bisa ketemu sama bapaknya, dan Kilua yang pengen keluar dari tradisi keluarga Zoldick. Semua nya bekerja keras dan gak kenal kata menyerah dalam mencapai impian dan cita cita mereka. Yang terpenting lo mau berusaha dalam menggapai mimpi lo.
Nah, kalau Naruto lain lagi. Selain juga ngajarin tentang arti kerja keras, dan gak kenal kata meyerah, unsur pertemanan disini kental banget. Naruto yang bela-belain berlatih mati-matian buat bisa nyelamatin Sasuke dari cengkraman Orochimaru. Saat Hachibi diculik Akatsuki dan salah satu dalangnya adalah Sasuke, Naruto rela dipukuli sama murid Hachibi karna dia gak mau jual temannya. Persahabatan Shikamaru sama Choji, giaman Lee sama Guru Gai, Kakashi sama Obito, dan masih banayak kisah berharga yang gak bisa gue tulis satu per satu. This is PRECIOUS ANIME ever. Disini juga diceritain gimana tulusnya seorang Hinata mencintai Naruto, Sakura yang menunggu Sasuke, so sweet banget bro :’) Gue gak bisa menjelaskan dengan kata-kata gimana so sweetnya kisah cinta mereka. Tentang CINTA, PERSAHABATAN, MIMPI, dan KERJA KERAS dibungkus dengan apik dalam anime ini.

Tokyo Ghoul dan Kiseiju Sei No Kakuritsu bercerita tentang gimana kita bersikap sebagi MANUSIA. Manusia kalau menurut gue adalah makhluk yang paling unik dan membingungkan. Manusia adalah makhluk yang sangat bodoh yang rela ngorbanin apapun untuk manusia lain yang mereka cintai, mereka seakan gak peduli sama apapun asal mereka ngeliat manusia yang mereka sayang hidup bahagia. Kaya bodohnya ORANG TUA yang rela buat susah susah cari uang biar anaknya bisa punya kehidupan yang lebih baik dari mereka, bodohnya seorang ibu yang rela gak makan asal anak mereka bisa makan, bodohnya seorang guru yang rela masuk pedalaman buat bisa ngemajuin anak anak muridnya, bodohnya suami yang rela ngelakuin apapun buat istrinya gitupuin sebaliknya.
Akan tetapi manusia bisa berubah juga menjadi makhluk yang lebih kejam dari monster, yang lebih hina dari binatang. Manusia juga adalah makhluk yang rela nginjak manusia lain, menyakiti, melukai, bahkan gak segan untuk membunuh manusia lain untuk ambisi dan HARTA. Manusia bisa lebih gak punya perasaan dan lebih hina dari binatang. Binatang aja masih punya naluri untuk ngelindungin anaknya, tapi manusia bisa tega buat ngejual anaknya sendiri, nyiksa anaknya sendiri. Banyak hal- hal yang diluar nalar yang mampu dilakukan manusia yang terkadang jauh dari kata MANUSIAWI. “Bukan berarti MANUSIA yang disempurnakan oleh Tuhan dengan akal dan pikiran bisa lebih baik dari BINATANG, bukan berarti manusia bisa melakukan hal apapun tanpa meningat makhluk-makhluk lainnya, bukan berarti manusia berhak merasa sombong atas kemampuan nya, bukan berarti manusia berhak merasa sebagai PEMILIK BUMI dan sewenang-wenang atas bumi, karena Tuhan menciptakan Bumi bukan cuma untuk manusia tapi untuk makhluk lainnya. Jadi sepantasnyalah kita bersikap sebagai MANUSIA yang sesungguhnya, manusia yang emang bener bener makhluk sempurna yang diciptain Tuhan denagn akal dan pikiran serta punya hati nurani sehingga kita mampu bersikap MANUSIAWI dengan setiap makhluk.”

Dalam anime itu diceritain manusia yang emang gak peduli sama makhluk lain. Manusia merasa paling perfect dan berhak menjadi penguasa atas segala ras di bumi tanpa memikirkan kaum minoritas. Anime ini mengajarkan gimana seharusnya kita bersikap sebgai manusia yang juga harus memikirkan makhluk lain gak cuma manusia aja, gimana kita dengan akal dan pikiran kita yang maju kita bisa memajukan kehidupan di buli agar lebih baik bukan sebaliknya. Kita manusia seakan dikendalikan nafsu yang berlebihan untuk mengeksplorasi segalanya di bumi. Akibatnya kehidupan kita di bumi menjadi gak seimbang. Gobal warming, perubhan iklim, dan efek rumah kaca adalah sebagian keci dari akibat ulang tangan ukerusakan di muka bumi dalah akibat ulah tangan manusia” (kalo gak slah ini dalam suta Al-A’raf) Kita harus mengingat bahwa dibumi ini gak cuma ada manusia aja, tapi juga ada hewan, tumbuhan dan segala unsur abiotiknya. So, lets be a real HUMAN.

Nah ada dua anime lagi yang juga jadi inspirasi gue, yap itu adalah Another dan Assassination Classroom. Cerita dalam anime ini lebih menekan kan antara hubungan sesama manusia. Dalam anime Another, itu menceritakan tentang sebuah kelas kutukan yang diteror oleh seseorang yang datang dari kematian. Karna orang yang datang dari kematian ini, akibatnya kelas tersebut kekurangan meja dan teror pun terjadi. Untuk menghentikan kutukan, tradisinaya adalah harus ada satu anggota kelas yang dianggap tidak ada. Dikucilkan, gak diajak ngomong, dan orang tersebut emang bener-bener gak ada istilahnya. Tapi dengan adanya murid baru yang gak tau masalah ini, dia malah berteman sama murid yang dianggap gak ada itu. Tapi pada kenyataannya teror pun masih terjadi, satu per satu murid tewas. Dan di endingnya yang menyudahi kutukan tersebut adalah murid yang dianggap gak ada tadi. Well, pesan moral yang gue dapat adalah “jika ada suatu masalah lebih baik diselesaikan secara sehat dan rasional, gak usah ikut ikut tradisi yang gak jelas meskipun tradisi itu udah ada sejak bertahun-tahun yang lalu. Beranilah untuk merubah sesutu yang kamu anggap baik.”

Beda lagi dengan anime Assassination Classroom, secara harifiah artinya adalah kelas pembunuhan. But wait, animenya gak seseram judulnya kok, malah punya pesan moral yang bagus banget. Sesuai judul animenya, anime ini bercerita tentang kelas 3E yang punya tugas buat ngebunuh makhluk yang udah ngehancurin 70% bagian bulan dan akan ngehancurin bumi, tapi masalahnya makhluk ini adalah guru terbaik dan terhebat yang ngajar mereka. Makhluk yang berbentuk gurita dengan tinggi 3 meter dan bewarna kuning ini, adalah guru yang sangat perhatian dan hebat bagi kelas 3E. Kelas 3E sendiri adalah kelas buangan dari sebuah SMP favorit di Jepang. Kelas 3E berisi anak-anak yang bisa dibilang kurang secara akademik, but bukan berarti emang benar-benar bodoh ya, banyak yang melatarbelakangi kenapa mereka bisa punya nilai akademik yang rendah. Tapi kelas 3E benar-benar mendapat deskriminasi yang luar biasa, mulai dari gedung sekolah yang terpisah dari bangunan utama, kondisi ruangan yang kurang, mereka gak boleh ikut ekskul, mereka gak juga boleh ikut pertandingan olahraga, mereka harus jadi kelas pertama yang berbaris saat pertemuan sekolah dan masih banyak deskriminasi yang diterima kelas 3E. Tapi yang paling parah adalah kelas 3E emang bener-bener gak boleh berubah anak muridnya, mereka harus tetap bodoh agar murid-murid di kelas A,B,C, dan D tetap giat belajar dan takut masuk ke kelas E. Tapi makhluk yang mirip gurita tadi atau KURO-Sensei malahan memaksimalkan potensi setiap murid kelas E. Kuro sensei emang bener bener total buat ngembangin kemampuan setiap murid kelas E agar mereka bisa lebih baik, punya nilai bagus, dan tetap menyemangati mereka agar jangan pernah putus asa meskipun dibawah deskriminasi.
Anime ini bener-bener gue rekomen buat calon guru. Gue sebagai salah satu calon guru sangat termotivasi sama anime ini. Gimana cara jadi guru yang baik, yang bukan cuma ngajar doang tapi juga mendidik dan bisa memaksimalkan kemampuan murid-murid gue nantinya. Gue harus bisa jadi kaya Kuro-Sensei yang emang total memperhatikan muridnya, yang punya cara buat ngembangin potensi muridnya, gue harus bisa jadi guru yang keren kaya Kuro-Sensei. I PROUD TO BE A TEACHER
.

2.BUKU
Nah ini adalah benda kedua yang jadi inspirasi serta motivasi dalam hidup gue. Buku bagi gue lebih dari sekedar barang berharga, buku adalah harta gue. Gue merasa kaya kalau gue bisa beli buku buku yang gue suka. Gue book lover banget. Gue suka baca buku apa aja, mulai dari sastra, politik, hukum, sejarah,apapun ayo kasih gue. Buku bagi gue adalah nafas, yang kalau gak ada buku gue gak bisa hidup. Dan gue juga memperlakukan buku-buku gue dengan layak, i mean gak sembarangan aja kalau baca buku. Gue paling kesel liat orang yang kalau baca buku, bukunya itu ditekuk ke belakang, dicoret coret, atau dilipat lipat. Auww, itu penyiksaan berat buat buku gue kira. Kayak yang gue bilang tadi, buku adalah harta gue. Jadi, kalau ada orang yang minjam buku ke gue, jujur rasanya itu berat banget buat minjemin. Bahkan gue sering bohong biar buku gue gak jadi dipinjem, dan itu berlaku bagi siapaun termasuk adek gue sendiri. Dan untungnya adek gue gak terlalu interesting sama yang namanya buku meskipun gue juga menyayangkannya. Orang yang gak suka buku gue kira mereka orang yang rugi dan orang yang miskin. Kenapa ? Lewat buku lo bisa tau apapun, lewat buku lo bisa berpikir lebih maju, lewat buku lo jadi pinter, lewat buku lo gak begok lagi, banyak hal yang bakalan lo ketahui, banyak hal menarik yang bakalan lo temukan lewat buku-buku lo. Dan lo juga bisa menghasilkan karya lewat buku-buku yang lo baca. Book is my everything. Gue lebih milih buat ngehabisin duit jajan gue buat beli buku. Gue bukan cewe normal yang suka shopping fashion, baju, sepatu, tas, make up. NO, IT IS NOT ME. Gue bahkan pernah kena marah sama mama gue karena waktu itu mau lebaran, gue punya uang 300 ribu. Waktu itu gue juga belum beli baju lebaran, nah mama bilang duitnya buat tambahan beli baju aja. Nah, pas gue ke pasar dan ,lewat di depan toko buku, gue kalap dan lost control. Uang yang rencana nya buat beli baju malah gue habisin  uat beli momik sama beli novel. Dan pas nyampe rumah habislah gue kena semprot sama mama. Hahaha. But gue bahagia, gue bahagia dengan buku-buku gue. Dan juga barang yang gak pernah gue sesali habis beli adalah buku. Sebanyak apapun duit jajan gue hanis buat beli buku gue tetap bahagia, meskipun besoknya gue mesti puasa :D.

Sebagian Kecil Buku-Buku Gue
Dan kalau misalnya seseorang ngasih kado sama gue, gue bakalan seneng banget kalau kadonya berisi buku. Kalau perlu 5 atau 10 buku sekaligus, gue pasti seneng banget, dibandingkan hadiah lainya, bukan berarti gue gak menghargai pemberian orang lain, tapi gue kalau disuruh milih mau kado apa, gue mau BUKU. Buku bagi gue adalah benda yang ajaib, buku itu memberikan pengetahuan yang berharga banget. Makanya gue merasa kaya kalau punya banyak buku. Lewat buku gue belajar banyak hal, mengetahui banyak hal, dan juga memberikan motivasi dan inspirasi  dalam hidup gue. Lewat buku-buku gue belajar banyak hal, bahwa ternyata kalau mau ini harus begini, ternyata sesorang bisa sukses karena ini, pokoknya buku luar biasa deh. Gue pengen punya buku lebih banyak lagi, punya perpustakaan sendiri, dan gue pengen hidup dengan buku-buku gue. Gue pencinta buku dan gue pengen sampai gue mati pun bersama buku-buku gue, kaya cerpen “Buku-Buku Kutu Buku”. Gue gak tau lagi mau nulis apa tentang betapa cinta dan sayang nya gue sama buku-buku gue. Gak apa-apa deh baju gue Cuma itu-itu aja, asal koleksi buku-buku gue nambah.
Selain baca dan koleksi buku, gue juga hobby nulis. Nah untuk bisa nulis, modal yang paling utama adalah ILMU dan PENGETAHUAN. Lo gak bakalan bisa berbagi lewat tulisan kalau lo gak punya penetahuan ats apa yang lo tulis. Lo mau nulis apa kalau lo aja gak punya ilnu, gak punya pengetahuan ? Menulis dan membaca gak akan pernah bisa dipisahkan. Jadi gue pengen banget merealisasikan hobby gue dengan membaca sebanyak-banyaknya agar gue bisa mengahasilkan tulisan yang berkulaliatas. Cukup dengan BUKU, KERTAS, dan ALAT TULIS itu udah lebih cukup untyuk menjadi orang besar dan orang yang bermanfaat. Mimpi gue yang lain dalah gue pengen jadi seorang penyair dan penulis besar. Dan gue juga mau mati dalam karya dan prestasi, gue penegn ninggalin karya-karya gue di dunia ini meskipun raga gue udah hancur.
Berharap Banget Gue Sekaya Ini, Love It


3.ORANG YANG GUE SAYANG
Dan ini adalah motivasi dan inspirasi terbesar gue dalam hidup. Orang- orang yang gue sayang lah yang jadi alasan gue tetap hidup, tetap berusaha, tetap menjadi lebih baik, tetap mau mengukir prestasi, tetap mau menghasilkan karya, dan tetap hidup dan bersyukur sama Tuhan. Orang yang gue sayang terutama papa, mama, adek gue Rani, someone J, sahabat gue, dan semua yang gue sayang mereka adalah power saat gue lagi krisis semanagat, saat gue down, saat gue lagi pesisimis, mereka yang selalu ada dan ngasih semangat saam gue. Untuk orang-orang yang gue sayang, terutama PAPA. Puput bakalan lakuin semua hal yang bisa bikin papa bangga, bikin papa senyum, dan bikin papa cerita ke semua orang kalau puput adalah anak papa yang hebat, pintar, dan papa bangga punya anak kaya puput. Puput pengen papa sama mama liat Puput pake toga, dapat gelar sarjana dan lulus dengan memuaskan, prestasi yang banyak, dapat kerja, bisa ngasih yang terbaik buat mereka dan buat mereka tersenyum bangga itu adalah mimpi terbesar gue. Cuma lewat belajar dan prestasi gue bisa bayar keringat dan air mata mereka, meskipun gue gak bakalan sanggup buat bayar pengorbanan, cinta dan kasih sayang mereka. Jujur, gue bukan anak baik yang penurut. Gue orang yang keras kepala, keras hati, gak mau kalah, egois, dan pantang disalahkan. Gue juga bukan anak baik-naik yang selalu iyain apa kata orang tua gue, gue bukan anak baik. Gue degil, nakal, binal (kata master gue sih gitu) tapi mereka ngerti dan pengen yang terbaik bagi gue. The biggest inspiration and motivation in my life, MY LOVELY PEOPLE. I LIVE AND THE REASON OF MY LIFE ARE YOU. I LOVE YOU SO MUCH. THANKS FOR LOVING ME. :*

Rabu, 01 Juli 2015

Thank You So Much



Ha, udah lama banged gue gak nulis di blog. I miss u so much my blog :* :*udah sekitar 3 bulanan gue gak nulis. Sebenarnya banyak kisah yang pengen gue bagi, gue tulis, dan gue ceritain di blog. But, for this time i will tell about a little bit of my precious story.

Hari ini adalah hari ke 33 setelah gue ngasih 2 carik kertas kepada seseorang. Kertas yang bisa gue bilang sumber masalah, kertas yang udah bikin gue jadi uring-uringan, kertas yang udah bikin gue mewek mulu hampir 33 hari juga, but kertas ini juga ngajarin gue gimana mengambil keputusan, mempertanggung jawabkan keputusan yang udah gue ambil, belajar menerima resiko atas keputusan yang udah gue ambil, dan kertas itu juga ngajarin gue gimana jadi DEWASA. Menerima apa yang seharusnya terjadi dengan lapang dada.
Tulisan dalam kertas yang gue tulis tanggal 26 mei 2015, berisi pengakuan hati gue. Pengakuan gue bahwa gue nyaman dan sayang sama seseorang tersebut. Tulisan yang gue ingat-ingat lagi mengandung tingkat hiperbola yang hiperbola juga. Parah banget kadar hiperbola dalam tulisan itu. But, itu pengakuan gue yang sejujur jujurnya. Tanggal 26 mei, saat gue nulis di atas kertas itu sekitar jam setengah 3 dini hari. Dengan kalimat pembuka  yang sangat gue ingat ;
AKU INGIN MENCINTAIMU DENGAN SEDERHANA, TANPA SAKIT TANPA LUKA
Saat itu gue benar benar gak punya pemikiran lain. Gue bener bener sayang sama dia dan read that caption. I want love him without pain, without hurt. Intinya gue sayang banged sama tu makhluk. Kenapa gue bisa sayang ? Entahlah. Rasa sayang gue ke dia awalnya rasa sayang sama sahabat. Gak lebih, but seiring berjalan nya waktu kok gue ngerasa makin lama kok gue makin kepikiran sma dia, kok gue tambah nyaman deket dia, tambah pengen deket sama dia mulu, tambah kangen sama dia. Nah lo, ini kenapa ?? Gue yakinin hati gue kalau gue gak punya perasaan apa apa sama dia. Tapi gue juga gak bisa bohong sama diri gue sendiri. Gue punya perasaan khusus sama dia. Kalo lo mau naya itu sejak kapan, gue bisa bilang untuk pertama kalinya gue ngerasain hal itu udah sejak bulan Februari 2015. Tapi saat gue benar-benar yakin sama hati gue itu sejak bulan April 2015.
Dan asal lo tau, gue sama sekali gak suka bahkan gue benci kenapa mesti sama dia gue punya perasaan. Kenapa gak sama orang lain aja ? kenapa gak sama orang yang asing aja dalam hidup gue ? kenapa harus sama seseorang yang sangat dekat sama gue, kenapa harus sama orang yang udah nganngap gue kaya sahabatnya dan gue nganggap dia kaya sahabat gue juga ? Orang yang ngerti gue orangnya kaya gimana, orang yang ngerti gue masih kecil dan orang yang ngerti jalan pikiran gue. Orang yang selalu nasehatin gue, yang selalu marah marah. Dan sampai sekarang gue juga masih bingung KENAPA HARUS SAMA DIA ??
Kembali ke topik, tulisan yang gue tulis itu kira-kira isinya gini :
 “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana tanpa sakit, tanpa luka. Meski pada kenyataannya mencintaimu tidak sesederhana kelihatannya, mencintaimu begitu rumit begitu berbelit belit. Teruntuk lelaki yang aku kagumi, yang aku sayangi. Kepada ****, aku tak pernah mengira bahwa kau adalah orangnya. Aku bukanlah ahli dalam hal ini, aku adalah seorang amatiran dan orang tolol dan cukup tolol untuk berada dalam kondisi ini. Aku terlampau terbawa perasaan. Benci aku menerima kenyataan kenapa harus kau, kenapa bukan orang lain saja ? Jika kau bertanya apakah aku yakin dengan hal ini aku akan menjawab yakin, yakin seyakin yakinnya. Tapi meski aku yakin, rasa takut tetap menghantuiku. Aku takut kalau hanya aku yang punya perasaan begini. Alasan ku dalam hidup, alasan aku mengerjakan sesutu, mengambil keputusan, dan mengejar prestasi adalah untuk Ayah ku. Dan sekarang alasan ku bertambah. Alasan kedua adalah kau ****. Dan aku meminta kau untuk menunggu ku ? Menunggu aku sampai aku selesai memantaskankan diri, menjadi lebih baik lagi, agar kau tak malu. Kepada ****, aku ingin kau membaca tulisan ini.
(Tulisan tersebut bukan tulisan yang original, diubah sedemikian rupa karna teks aslinya udah sama seseorang itu, dan percayalah. Teks asli jauh lebih hiperbola dan menjijikan :D)
Tulisan ini sampai kepada seseorang itu tanggal 28 Mei 2015, hari Kamis. Dan asal lo tau perasaan gue sumpah campur aduk. Takut, tegang, cemas, dan yang pasti gue nyesal udah pernah ngasih tu kertas.  Gue gak tenang, dan gue langsung cerita sama bang Okta, orang pertama yang tau gue udah ngelakuin hal gila kaya gini. Bukan hal yang mudah untuk seorang cewe buat ngungkapin perasaannya, buat bilang dia sayang sama seorang cowo yang udah jadi sahabatnya. Bukan hal yang mudah. Bang Okta dengerin gue cerita, dia ngasih saran “bersikap biasa aja sama dia besok, setidaknya dengan Iput udah bilang apa yang Iput rasakan dia juga tau perasaan Iput sama dia gimana, bersikap biasa aja besok”
Ngomong emang mudah dibanding praktek nya. Malam harinya, hati gue udah gak tenang. Dan gue bilang apa yang terjadi sama Dila, teman sekamar gue. Dila bilang “Ya udah, tu kertasnya udah terlajur sampai ke dia. Setidaknya Puput udah menyelesaikan satu masalah meski timbul masalah baru. Biasa aja sama dia besok.” Setidaknya gue sedikit lebih tenang. Tapi ketenangan gue gak berlangsung lama. Saat gue cek BBM, malah yang muncul pm dia yang isinya kaya gini “Sudah menduga akan adanya tulisan seperti itu”. And JLEB, jantung gue langsung lari sprint. Detak nya udah gak karuan, dan for the first time gue NANGIS karna masalah hati.
Keesokan harinya, Jumat. Gue masuk matakuliah Dasar Dasar Pendidikan MIPA, dan gue satu kelompok sama dia. Lengkap sudah, MATI. Sejujurnya, gue gak mau pergi kuliah, gue mau absen aja. Tapi berhubung kelompok kami yang presentasi, mau gak mau gue harus pergi kuliah. Ya Tuhan, sumpah hari Jumat tanggal 29 Mei adalah hari terberat gue melangkahkan kaki ke kampus. Saat nyampe kampus dan mau masuk kelas, gue langsung disambut dengan pemandangan yang “aih”. Gue langsung ketemu dia saat pertama masuk kelas. Jantung gue langsung sprint lagi. Dan, gue sumpah gak sanggup lagi. Dan gue langsung panggil Sayong gue “Eka” gue ajak dia ke samping kelas dan gue NANGIS lagi, gue teriak dan satu kelas tau gue nangis tapi untungnya gak tau alasan kenapa gue nangis. And you know what, presentasi gue gak sukses, gue ngebalnk, ngomong ngelantur dan KACAU.
Malam harinya kami goro dan dekor ruangan kelas untuk acara Isra Miraj buat besok. Gue datang, dia juga datang. Tapi kami udah mulai berperan menjadi “orang asing”, gak ngomong akrab kaya biasanya. Gue coba tahan hati. Tapi ngeliat dia akrab sama orang lain, sedangkan sama gue kaya orang asing, sumpah gue gak tahan. Gue selalu nulis kalau gue ada masalah, dan gue nulis apa yang gue rasain, dipojokan depan kelas saat dia lagi bercanda sama orang lain. “... Sakit, iya sakit. Sakit saat kita sudah tak saling menyapa, sakit saat kita hanya saling bersua dan memalingkan muka. Padahal beberapa hari yang lalu kita baik- baik saja...” Gue gak sanggup ngelanjutin tu tulisan, gue keluar dari kelas dan gue nangis lagi. Dan beberapa teman gue mencoba untuk nenangin gue.
Dan alasan gue nangis adalah GUE TAKUT DIA BERUBAH. GUE TAKUT DIA GAK KAYA DULU LAGI.
Gue salau bertanya, dia bakalan brubah gak sih ?? Dia ke gue gimana ya, berubah gak ya ?? Jawaban dari pertanyaan gue datang. Minggu, 31 Mei 2015, telepon gue berdering dan nama yang tertera di layar gak asing lagi. Ya, dia nelpon gue. Dimulai dengan percakapan ringan, bercanda, gue ketawa ketawa, but endingnya adalah malam itu juga gue nagis sejadi jadinya menagis. Gue benar benar nangis. Kata kata dia yang sanga gue ingat adalah : “Aku gak bakalan berubah. Kaya gimana aku sekarang kaya gitu juga aku sma kalian. Aku juga sayang sma Putri, sayang sma kalian semua. Tapi untuk Putri ada tempat yang special. Putri itu udah aku anggap sahabat aku sendiri. Aku juga gak menyalahkan kalau Putri punya perasaan kaya gini sama aku, perasaan yang biasa muncul saat dua orang dekat. Aku gak menyangka Putri punya perasaan sejauh ini. Perasaan Putri terlalu jauh. (gue denegrin sambil nangis). Dan sekarang malahan aku marah sama diri aku sendiri. Aku gak suka liat orang yang aku syang nangis apalagi gara gara aku. Jangankan nangis liat Putri marah-marah gak jelas aja aku gak suka. (dia minta gue buat gak nangis lagi) Putri bisa janji gak akan nangis lagi ? Gue jawab BISA. Janji ya gak akan nangis lagi ?? Iya janji, gue jawab.” But ini janji gak pernah gue tepatin sampai sekarang. Gue masih tetap nangis, untuk orang dan alasan yang sama. Gue tetapa nangis karena dia.

Hari ini, Rabu 1 Juli 2015. Tepat 33 hari setelah kejadian itu. Selama 1 bulan lebih gue juga udah mikir dari setiap kejadian yang udah gue lewatin juga. Mulai sejak hari Jumat 29 Mei 2015, saat 1 hari setelah kejadian itu, satu hari setelah gue ambil langkah yang agak gila, satu hari setelah dia tau perasaan gue yang sebenarnya, dan satu hari saat semuanya mulai berubah. Sampai hari ini, sampai saat gue udah jarang banget komunikasi sama dia
Tulisan ini gue tulis buat Eka, buat Irma, buat Gival, dan buat ****.
Untuk Eka,
Makasih banyak udah dengerin cerita gue, udah ngasih nasehat sama gue, udah care banget sama gue. Gue selalu ingat lo gak bosan bilang “hati-hati” sama gue. Dan kata kata itu benar banget. Karna gue gak hati-hati memanage  hati gue, akibatnya ya gini. Gue sakit sendiri jadinya, gue jadi nyiksa diri gue sendiri padahal gak seharusnya kaya gitu. Karna gue gak hati-hati gue jadi baper broh. Maksih lo udah selalu ngingatin gue, meskipun lo sering gue cuekin, meskipun gue gak cerita lengkap-lengkap sama lo, meskipun gue malah ngekacangin elo, but u always heard and give advice. Tahnks a lot sayong :* :* :*.
Hari ini gue udah sadar. Gue udah merenung, gue udah mikir, dan gue udah ambil kesimpulan bahwa gue disini BAPER, terlalu meribetkan apa yang seharusnya gak perlu gue ribetkan, terlalu mikir yang nggak nggak tentang dia. Mungkin sebenarnya kejadiannya biasa aja saat dia gak ngehubungin gue, tapi gue malah membuat itu semua jadi ribet, jadi terlalu di dramatisir. Dan gue sukses jadi “Drama Queen”. Tapi lo tenang aja, sekarang gue udah sadar, gue udah sembuh. Gue gak mau meribetkan maslah lagi. Gue harus berpikiran positive. Jangan terlalu banyak suuzon. Pada akhirnya, gue jadi gini. Gue gak peduli apapun yang terjadi kedepannya. Yang jelas, apapun yang terjadi gue mesti STRONG, lebih kuat lagi, gue gak mau dikontrol perasaan lagi, gue maunya, gue yang kontrol perasaan. Karna sejatinya, gue yang punya kendali atas hati, bukan hati yang punya kendali atas gue. But thanks banged buat kata-kata ini “ Wanita kudu kuat, mungkin dia bukan orang yang tepat buat elu bersandar, mungkin yang akan datang dan tidak pernah pergi nanti adalah orang yang lebih kuat, lebih baik, dan lebih mementingkan elu. Jangan lupa bahagia sayong.” Makasih banyak, Eka Sari Ninsih :*

Untuk Irma,
Makasih juga atas saran-saran yang sangat membantu. Maksih untuk kakak aku ini. Kakak yang selalu nenangin puput, yang selalu dengerin puput, yang selalu marah sama puput kalau puput udah mulai melete. Kakak yang selalu ngasih pandangan yang dewasa dan kakak yang selalu ngajarin tentang apa yang disebut dengan “HARAPAN”. Makasih atas saran saran yang bijaksana. Makasih udah dengerin puput ya kakak ku sayang, udah nenangin puput saat puput nangis, sampai yang paling puput ingat saat puput nangis di BATRA saat kita nyanyi. Maksih udah dengerin cerita puput, mulai dari di depan jurnal, di rumah sakit UNRI, dalam ATM. Maksih banyak kak. Makasih juga udah ngajarin buat dewasa, buat ngerti apa itu cinta, sayang, dan terlalu berharap. Makasih juga udah nyadarin puput, udah nyadarin puput bahwa puput sebenarnya hanya terlalu berharap. Dan sekarang puput udah sadar, bahwa puput emang terlalu berharap, udah membuat diri puput bodoh sendiri, sekarang puput sadar bahwa puput terlalu berlebihan, terlalu berharap. Dan hal yang puput sadari sekarang adalah anatara puput dengan dia adalah Teman Special. Puput juga baru sadar ternyata puput naganggap dia juga teman yang special, alasan puput nangis sebenarnya hanya takut dia berubah karna pengakuan bodoh puput waktu itu. Kak, puput sadar kalau puput selama ini salah besar. Masih ya kakak sayang “Terlalu egois, terlalu memakai perasaan tanpa logika, dan TERLALU BERHARAP, kamu BODOH yang jelas”. Maksih kak :*  

Untuk Gival,
Makasih juga uda den sayang :* ats segalanya. Nasehat, pendapat dan segalanya. Maaf juga udah sering ngerepotin, udah sering nyusahin sama cerita yang sama. Maksih udah nemenin beli kado sampai kita keliling pekanbaru :D. Maksih atas penguatan hati buat puput. “Aku ngerti gimana rasanya. Saran, jangan terlalu dipikirkan kali. Cari kesibukan. Jangan ada sampai ada waktu buat melamun. Jangan banyak BERHARAP. Lebih baik dapat kejutan dibanding kekecewaan. Ngerti ??” Maksih banyak

Dan untuk ****
Kata pertama yang ingin puput ucapakan adalah MAAF. Maaf lagi lagi harus bilang lewat tulisan, maaf karna udah gak ngomong secara langsung. Maaf selama ini udah berlebih lebihan dalam bertindak. Maaf kalau selama ini puput bersikap kekanak-kanakan. Maaf kalau Puput terlalu bersikap gak seharusnya. Maaf udah bikin pm ga jelas, status gak jelas. Maaf juga udah terlalu baper. Maaf juga udah terlalu meribetkan keadaan. Maaf puput gak bisa pegang janji puput untuk gak nangis, puput sampai kemaren masih nangis.
Disini Puput cuma mau bilang Puput gak bisa kehilangan sahabat yang selalu ada buat Puput. Dan Puput sekarang tau alasan Puput nangis sebenarnya. Puput nangis bukan terlalu berharap sama ****, puput nangis bukan karna berharap **** punya perasaan yang sama. Bukan. Ternyata bukan karna itu. Dan tadi pagi puput sadar kalau puput selama ini nangis karna Puput merasa kehilangan sosok **** yang dulu. Puput kehilangan sahabat puput yang dulu, puput merasa kehilangan sosok orang yang selalu ada, selalu ngertiin puput, dan selalu ngehibur Puput.
Jujur selama sebulan belakangan ini, saat **** akrab sama orang lain, saat **** bisa bercanda sama orang lain, saat **** bisa ketawa sama orang lain, disitu puput merasa “puput benar benar kehilangan sahabat.” Bukan puput melarang **** untuk akrab sama orang lain, bukan. Tapi kenapa sih sebulan belakangan ini kita kaya jadi “orang asing”, kenapa sih kita jadi canggung, padahal sebelumnya kita bongak bongak sama-sama, kenapa sih kita jadi kaya orang lain aja. Disini Puput gak nyalahin **** kalo **** berubah, puput yakin **** ngelakuin hal kaya gitu pasti punya alasan sendiri.
Mengenai tulisan yang puput kasih beberapa waktu yang lalu. Ada beberapa hal yang pengen puput lurusin. Tulisan itu kalau puput ingat-ingat lagi itu terlalu hiperbola. Memang alasan puput bertambah untuk melakukan sesutau, yaitu untuk ****. Tapi kenapa untuk **** ? biar puput bisa ngebuktiin kalau puput bisa, puput mampu, dan puput bisa jadi lebih baik lagi. Kenapa puput bilang puput mau memantaskan kan diri ? karna puput pengen perfect, pengen dipuji. Dan **** adalah orang yang gak pernah muji puput.
Kenapa tulisan di blog ini berbeda dengan tulisan dikertas ?? Karna puput udah sadar kalau kemaren tu puput terlalu terbawa perasaan. Kalau **** nanya puput sayang sama **** ? puput bakalan jawab IYA, sayang banget malahan. Tapi konteks “sayang” yang udah gak kejauhan, udah gak berlebihan. Puput sayang sama **** sewajarnya. Maaf atas tulisan beberapa waktu lalu yang sempat puput kasih sama ****.
Sumpah puput capek kali kalu harus terus kaya gini. Kalu kita masih terus bermain peran menjadi “orang asing”.  Bisa gak kita ulang dari awal ? saat sebelum kertas dengan tulisan gila itu **** baca. Tolong jangan kaya gini. Tolong jadi sahabat puput lagi, tolong jadi **** yang puput kenal kaya dulu. Yang bongak, ngeselin, dan nyusahin puput. Bukan **** yang puput sendiri gak kenal lagi sekarang. Jangan jaga sikap lagi, jangan canggung lagi, jangan jadi oranga asing lagi, jangan cuekin puput lagi. Tolong jadi **** yang dulu, kali ini puput benar-benar minta tolong.  
Tolong jangan ganti posisi puput sama orang lain. Jangan gak enak kan sama puput, puput mau tetap disusahin sama ****. Sekali lagi puput minta jadi sahabat puput lagi. Puput gak mau kehilangan sahabat lagi. Puput gak mau kaya gini terus. Pada akhirnya, kalau emang kita jadi orang asing, setidaknya makasih atas waktu yang dulu. U are my best. Thank u so much, babang preman. :)

Sabtu, 28 Maret 2015

jawaban



Banyak orang yang bilang gini : "eh, lo kok sering banged sih nyampah di fb ? lo kok sering banget curhat di sosmed ? mending lo curhat sama orang aja dari pada di sosmed ??. Trus, eh status lo kok galau gitu ?? Dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang males banged gue tulis. Gue bukan nya suka curhat di sosmed, tapi gue lebih suka mengekspresikan perasaan gue lewat tulisan, entah itu dengan bentuk sajak, syair, puisi, atau sekedar narasi singkat. Kalau nulis kan gak ahrus di buku juga, boleh lewat media elekronik juga kan ?? Dan gue juga susah banged untuk curhat ke orang karena terkadang hal yang mau gue curhatin itu rada-rada aneh dan tentunya sesuai sudut pandang gue sendiri. Lo mesti tau, sudut pandang gue gak jarang yang sama dengan orang lain. Kalu misalnya di kelas ada 44 orang, hanya sekitar 2% atau mmunkin kurang dari itu yang memiliki pemikiran yang sama, sama gue. Jadi alternatif lainnya gue lebih senang ngungkapin itu lewat tulisan dibanding cerita sama orang. Then kalau maslah galau-galau itu, gue gak sepenuhnya galau kok. Meskipun kadang-kadang gue emang lagi galau. Syair, sajak, atau puisi yang gue tulis memang kelihatannya kayak tragis gitu, tapi lo mesti percaya sama gue itu cuma karna diksi yang gue gunakan. Makna dari syair, sajak, atau puisi gue itu 180 derjat beda dari apa yang kalian tafsirkan. Mungkin kemaren gue posting tentang rindu. Rindu kan gak harus ke pacar, gebetan, atau mantan lo. Rindu itu universal dan boleh ditujukan untuk siapa saja. Emang ada aturan gitu, kalau rindu harus sama pacar, gebetan atau mantan ?? Enggak kan ?? Ya udah. Jadi lo gak usah ngambil kesimpulan kalau gue itu lagi galau. ENGGAK. Gue cuma rindu sma bapak gue, ibu gue, adik gue, sama anjing gue juga. Dalam syair bro, lo harus pintar milih diksi biar puisi lo itu lebih greget. Dan mungkin juga itu lah gaya gue dalam bersastra. Gue pengen melepaskan nya lewat tulisan. Cuma itu doang maksud gue, gak lebih. Gue bukan anak alay yang bikin postingan untuk cari sensasi. PLEASE. It's not my style OK ??